Naik dari 177 Emas, KONI Makassar Bidik 200 Medali Emas di Porprov 2026

MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar tidak ingin sekadar mempertahankan status juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Selatan XVIII 2026. Kontingen Makassar memasang target lebih tinggi: 200 medali emas di ajang yang akan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo, 7–14 November 2026.

Target tersebut naik signifikan dari torehan 177 medali emas yang diraih Makassar pada Porprov sebelumnya di Kabupaten Sinjai.

Namun, ambisi menambah 23 emas itu tidak dibangun semata berdasarkan optimisme. KONI Makassar menyiapkan rangkaian strategi, mulai dari tes fisik, pemusatan latihan, pemetaan kekuatan setiap cabang olahraga, hingga monitoring dan evaluasi secara berkala.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum KONI Kota Makassar, Ismail, mengatakan persiapan kontingen telah memasuki tahap akhir. Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Makassar, Senin (13/7/2026).

“KONI Kota Makassar ingin memastikan kepada masyarakat bahwa kami sudah siap menghadapi Porprov 2026 di Bone dan Wajo,” ujar Ismail.

43 Cabang Olahraga Jadi Modal Mengejar 200 Emas

Salah satu dasar optimisme KONI Makassar adalah bertambahnya jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan.

Pada Porprov sebelumnya, terdapat 34 cabang olahraga. Sementara pada Porprov XVIII 2026, Makassar akan ambil bagian dalam 43 cabang olahraga serta tiga cabang olahraga eksibisi.

Hampir seluruh nomor pertandingan yang tersedia akan diikuti kontingen Makassar.

Bertambahnya jumlah cabang olahraga membuka peluang perolehan medali yang lebih besar. Namun, bagi KONI Makassar, peluang tersebut tetap harus diterjemahkan melalui kesiapan atlet dan performa yang terukur.

Karena itu, sekitar 850 atlet diproyeksikan memperkuat kontingen Makassar pada Porprov 2026.

Tes Fisik Jadi Titik Awal Pemetaan Atlet

Sebelum memasuki pemusatan latihan, seluruh atlet akan menjalani tes fisik yang dilaksanakan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Tes tersebut bukan sekadar pemeriksaan kebugaran. KONI Makassar menjadikannya sebagai instrumen untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi fisik atlet sekaligus menyusun basis data sebagai bahan evaluasi pembinaan.

Data hasil tes akan digunakan untuk melihat kesiapan atlet dan menjadi salah satu pertimbangan dalam mengukur peluang pencapaian target masing-masing cabang olahraga.

“Target 200 medali emas bukan tanpa dasar. Pekan depan kami akan melaksanakan tes fisik untuk mengetahui tingkat kebugaran atlet. Dari hasil itu akan terlihat apakah target yang diberikan kepada setiap cabang olahraga realistis untuk dicapai,” jelas pihak KONI Makassar.

Pendekatan tersebut membuat target 200 emas tidak berhenti sebagai angka makro. Setiap cabang olahraga akan memiliki ukuran dan target yang dapat dievaluasi berdasarkan kondisi atlet.

Empat Bulan TC, Performa Atlet Akan Terus Dipantau

Setelah tes fisik, atlet akan menjalani training center (TC) mandiri selama sekitar empat bulan, mulai 25 Juli 2026.

KONI Makassar tidak membiarkan proses tersebut berjalan tanpa pengawasan. Sebanyak 24 orang dilibatkan dalam tim monitoring dan evaluasi (monev).

Tim tersebut akan melakukan evaluasi sebanyak empat kali selama pelaksanaan TC mandiri.

Mekanisme ini dirancang untuk memastikan program latihan setiap cabang olahraga berjalan sesuai target sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat kendala dalam proses pembinaan.

“Hasil monitoring akan menjadi dasar evaluasi penggunaan anggaran sehingga pembinaan berjalan efektif dan target prestasi dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dengan pola tersebut, KONI Makassar mencoba mengubah pendekatan pembinaan dari sekadar mengejar hasil pertandingan menjadi proses yang dapat diukur sejak masa persiapan.

Bukan Hanya Prestasi, Atlet Juga Mendapat Perlindungan

Persiapan menuju Porprov 2026 tidak hanya menyentuh aspek teknis dan prestasi.

KONI Makassar juga memberikan perlindungan jaminan sosial kepada atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada personel kontingen selama menjalani rangkaian persiapan hingga pelaksanaan Porprov.

Target 200 Emas Sekaligus Pertaruhan Status Juara Umum

Dengan tambahan sembilan cabang olahraga dari Porprov sebelumnya, basis peluang Makassar memang semakin besar. Tetapi peluang tersebut tetap harus dikonversi menjadi kemenangan di arena.

KONI Makassar pun menempatkan target 200 emas sebagai sasaran sekaligus upaya mempertahankan status juara umum.

Tes fisik, TC empat bulan, basis data atlet, serta empat kali monitoring dan evaluasi menjadi instrumen yang disiapkan untuk memperkecil jarak antara target dan hasil nyata.

Menjelang pelaksanaan Porprov XVIII, KONI Makassar juga akan meluncurkan secara resmi kontingen yang akan membawa nama Kota Makassar.

Porprov Sulawesi Selatan XVIII 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo. Upacara pembukaan akan digelar di Stadion La Patau, Watampone, Kabupaten Bone, sementara penutupan dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Wajo.

Kini, tantangan Makassar bukan lagi menetapkan target.

Sebanyak 200 medali emas harus dibuktikan di arena.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna