Munafri: Setiap Anggaran KONI Makassar Harus Berdampak pada Prestasi Atlet

MAKASSAR – Pengelolaan anggaran olahraga di Kota Makassar mendapat perhatian serius. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan setiap anggaran yang dikelola KONI Kota Makassar harus dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan atlet.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat membuka Rapat Kerja KONI Makassar bertajuk “Harumkan Olahraga Makassar Melalui Porprov Sulsel 2026 Menuju Prestasi Nasional” di Novotel Makassar, Sabtu (28/8).

Menurut Munafri, pembinaan atlet dan tata kelola keuangan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan jika Makassar ingin menjaga kesinambungan prestasi olahraga.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggaran Olahraga Berasal dari Masyarakat

Munafri menekankan pentingnya pertanggungjawaban dalam setiap penggunaan anggaran yang dikelola organisasi olahraga.

“Pertanggungjawaban terhadap setiap anggaran yang kita kelola menjadi hal yang sangat penting, karena anggaran tersebut pada dasarnya berasal dari rakyat,” kata Munafri.

Karena itu, menurutnya, penggunaan anggaran tidak cukup hanya memenuhi aspek administratif. Anggaran juga harus dapat ditelusuri manfaatnya terhadap program pembinaan.

“Maka, setiap rupiah yang diberikan harus dapat dipertanggungjawabkan dan benar-benar memberikan manfaat bagi pembinaan serta peningkatan prestasi atlet,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting di tengah upaya KONI Makassar membangun sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib dan terintegrasi.

Tata Kelola Keuangan Harus Sejalan dengan Pembinaan

Munafri mengapresiasi langkah KONI Makassar yang mulai menerapkan sistem aplikasi dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan organisasi.

Menurutnya, pembenahan sistem tersebut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas atlet.

“Mempertahankan juara harus dilakukan dengan peningkatan kualitas atlet. Ini yang paling penting,” ujarnya.

Ia juga menyebut peningkatan kualitas atlet harus ditopang sistem pengelolaan keuangan yang baik.

“Seperti yang tadi disampaikan Pak Ketua, peningkatan kualitas atlet harus berjalan seiring dengan sistem pengelolaan keuangan yang baik. KONI Kota Makassar telah membangun sistem pengelolaan keuangan yang menjadi salah satu yang pertama di Indonesia,” katanya.

Dari Sistem Administrasi ke Dampak di Lapangan

Bagi Munafri, ukuran keberhasilan tata kelola olahraga pada akhirnya tidak berhenti pada tersusunnya administrasi atau digunakannya teknologi.

Dampaknya harus terlihat dalam proses pembinaan dan kualitas atlet.

Ia berharap sistem pengelolaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program olahraga di Kota Makassar.

“Ketika anggaran dikelola dengan baik, transparan, dan tepat sasaran, maka masyarakat akan melihat bahwa dukungan yang diberikan benar-benar kembali dalam bentuk prestasi,” tuturnya.

Karena itu, ia mendorong KONI Makassar menjaga konsistensi pembinaan agar prestasi olahraga tidak berhenti pada satu periode kompetisi.

“Kalau hal ini kita lakukan secara konsisten, maka kita tidak hanya mampu mempertahankan gelar juara, tetapi juga meningkatkan kualitas atlet dan membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan,” katanya.

Prestasi Atlet Jadi Ukuran Akhir

Munafri menegaskan bahwa seluruh sistem yang dibangun—mulai dari perencanaan, pengelolaan anggaran hingga pembinaan—pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan prestasi atlet.

“Pada akhirnya, prestasi atletlah yang akan menjadi ukuran keberhasilan dari seluruh proses yang kita bangun bersama,” pungkasnya.

Pesan tersebut menempatkan tata kelola dan prestasi sebagai dua bagian dari satu ekosistem. Administrasi yang tertib memberikan dasar bagi pengelolaan anggaran, sementara kualitas pembinaan menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan tersebut menghasilkan manfaat bagi atlet dan olahraga Kota Makassar.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna