KONI Makassar Fokus Kejar 200 Emas di Porprov Sulsel 2026
MAKASSAR – Target 200 medali emas menjadi sasaran besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo.
Setelah Rapat Kerja (Raker) KONI Makassar digelar, fokus organisasi kini bergeser dari pembahasan strategi menuju eksekusi. Pembinaan atlet, kesiapan cabang olahraga (cabor), hingga kebutuhan kontingen menjadi sejumlah aspek yang harus dimatangkan sebelum kompetisi berlangsung.
Ketua Umum KONI Makassar, Ismail, mengatakan target tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh unsur olahraga di Kota Makassar untuk bekerja lebih terarah dan maksimal.
“Setelah Raker kemarin, kami akan tancap gas untuk menghadapi Porprov 2026 di Bone dan Wajo. Kami punya target besar, yaitu 200 medali emas. Karena itu, kami harus fokus dan bekerja lebih maksimal,” kata Ismail di Makassar, Rabu (2/9/2026).
200 Emas Bukan Sekadar Angka
Ismail menyadari target 200 medali emas membutuhkan persiapan yang tidak ringan. Karena itu, pencapaian target tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada atlet.
Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pengurus KONI, pengurus cabor, pelatih hingga atlet, dituntut bergerak dalam arah yang sama.
“Target 200 medali emas tentu bukan hal yang ringan. Kami harus fokus sejak sekarang, mulai dari pembinaan atlet, kesiapan setiap cabang olahraga, sampai memastikan kebutuhan kontingen terpenuhi. Semua harus bergerak dengan target yang sama,” ujarnya.
KONI Makassar akan mendorong masing-masing cabor memaksimalkan program pembinaan sekaligus memastikan kebutuhan atlet dan kontingen dapat dipersiapkan menghadapi persaingan di Porprov.
Dengan waktu persiapan yang semakin berjalan, evaluasi terhadap kesiapan atlet dan cabor menjadi bagian penting untuk mengetahui sektor yang masih perlu diperkuat.
Dari Hasil Raker ke Tahap Eksekusi
Target tersebut merupakan tindak lanjut dari Raker KONI Makassar yang berlangsung di Novotel Makassar, Sabtu (28/8/2026).
Mengusung tema “Harumkan Olahraga Makassar Melalui Porprov Sulsel 2026 Menuju Prestasi Nasional”, forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai strategi peningkatan prestasi olahraga Kota Makassar.
Hasil pembahasan kemudian menjadi pijakan bagi KONI Makassar untuk memasuki fase persiapan yang lebih intensif menuju Porprov.
Bagi organisasi, momentum tersebut bukan hanya soal mengejar jumlah medali, tetapi juga mengukur sejauh mana program pembinaan yang telah berjalan mampu menghasilkan atlet yang kompetitif.
Tata Kelola Organisasi Ikut Diperkuat
Di tengah persiapan menghadapi Porprov, KONI Makassar juga membenahi sisi internal organisasi melalui penerapan sistem aplikasi keuangan dan perencanaan yang terintegrasi.
Ismail mengatakan, pembenahan tata kelola tersebut dilakukan untuk mendorong pengelolaan organisasi yang lebih transparan dan akuntabel.
“Kami ingin tata kelola organisasi semakin baik, transparan, dan akuntabel. Sistem aplikasi keuangan dan perencanaan ini kami dorong agar program bisa berjalan lebih terukur dan tepat sasaran,” katanya.
Menurutnya, tata kelola yang lebih terstruktur diharapkan dapat membantu organisasi mengelola program dan anggaran secara efektif sehingga perhatian KONI dapat semakin diarahkan pada pembinaan serta peningkatan prestasi atlet.
Dengan kata lain, target prestasi tidak hanya dibangun dari sisi lapangan, tetapi juga dari kesiapan organisasi di belakangnya.
Porprov Jadi Ujian Pembinaan Makassar
Bagi KONI Makassar, Porprov Sulsel 2026 di Bone dan Wajo menjadi salah satu momentum penting untuk mengukur hasil pembinaan olahraga daerah.
Target 200 emas menjadi ukuran yang telah dicanangkan. Namun di balik target tersebut terdapat proses yang harus diselesaikan: memastikan atlet siap, cabor kompetitif, pelatih bekerja optimal, serta kebutuhan kontingen terpenuhi.
“Target ini harus menjadi motivasi bersama. Kami ingin atlet Makassar tampil maksimal dan memberikan prestasi terbaik untuk kota ini. Setelah Raker, tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Kami harus bergerak dan mempersiapkan semuanya dengan serius,” tutur Ismail.
Porprov 2026 pun akan menjadi momentum bagi KONI Makassar untuk menguji hasil kerja pembinaan sekaligus memetakan kekuatan atlet daerah sebagai bagian dari perjalanan menuju prestasi olahraga di level nasional.








