56 Rumah Terbakar di Tallo, 235 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, Penyintas Masih Butuh Bantuan

MAKASSAR – Sebanyak 235 jiwa dari 105 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran yang menghanguskan 56 unit rumah di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Makassar. Sehari setelah musibah, bantuan dan dukungan mulai berdatangan untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal.

Anggota DPRD Kota Makassar, Ismail, bersama Tim Relawan Sahabat Ismail mendatangi lokasi pengungsian, Sabtu (1/8/2026). Selain membawa bantuan kebutuhan pokok, Ismail berdialog langsung dengan para penyintas untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan yang masih mendesak.

Kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (31/7/2026) dini hari. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, satu warga dilaporkan mengalami luka bakar ringan. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehilangan Rumah, Penyintas Hadapi Masa Darurat

Bagi warga terdampak, persoalan tidak berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Mereka kini harus menjalani masa tanggap darurat dengan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari.

BPBD Kota Makassar telah melakukan penanganan awal dengan mendirikan dua tenda pengungsian serta menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar, termasuk makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.

Namun, kebutuhan warga di lokasi pengungsian masih cukup besar.

Sejumlah kebutuhan yang menjadi prioritas antara lain terpal, tenda darurat, family kit, baby kit, selimut, pakaian, perlengkapan pertolongan pertama, serta kebutuhan dasar lainnya.

Kondisi tersebut membuat dukungan dari berbagai pihak menjadi penting, terutama selama warga masih berada dalam masa pemulihan awal setelah kehilangan tempat tinggal.

Ismail: Bantuan Tak Gantikan yang Hilang, tapi Harus Hadir

Dalam kunjungannya, Ismail menyampaikan bahwa penanganan warga terdampak bencana membutuhkan respons cepat dan keterlibatan berbagai pihak.

Menurutnya, pemerintah, relawan, dan masyarakat memiliki peran untuk memastikan warga tidak menghadapi masa sulit tersebut sendirian.

“Musibah ini adalah duka kita bersama. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab moral kita untuk hadir dan saling menguatkan. Bantuan yang kami bawa mungkin tidak dapat menggantikan apa yang telah hilang, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita serta memberikan semangat untuk bangkit kembali,” ujar Ismail.

Kehadiran tersebut juga menjadi kesempatan bagi Ismail untuk mendengar langsung cerita dan kebutuhan para penyintas di lokasi pengungsian.

Kelurahan Tallo sendiri merupakan bagian dari Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar II, wilayah yang diwakili Ismail di DPRD Kota Makassar.

Apresiasi untuk Tim Penanganan Kebakaran

Ismail turut mengapresiasi respons Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan, serta relawan yang bergerak sejak awal kejadian.

Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan koordinasi lintas pihak, mulai dari proses evakuasi, pemadaman, pelayanan kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan warga di pengungsian.

Ia juga menilai dukungan masyarakat dan berbagai organisasi sosial diperlukan untuk melengkapi penanganan pemerintah, terutama dalam memenuhi kebutuhan spesifik para penyintas.

Pemulihan Warga Membutuhkan Gotong Royong

Setelah masa darurat terlewati, tantangan berikutnya adalah proses pemulihan. Warga tidak hanya membutuhkan makanan dan tempat berlindung sementara, tetapi juga dukungan untuk kembali membangun kehidupan mereka.

Ismail berharap proses tersebut dapat dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, organisasi sosial, relawan, dan masyarakat.

Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam membantu warga melewati masa sulit setelah bencana.

Sementara itu, Tim Relawan Sahabat Ismail menyatakan akan terus berupaya hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan dukungan masyarakat.

Bagi para penyintas kebakaran Tallo, bantuan yang datang menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk kembali berdiri. Setelah api padam, pekerjaan berikutnya adalah memastikan 235 jiwa yang terdampak tidak kehilangan kesempatan untuk memulai kembali kehidupan mereka.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna