2.514 Peserta Ramaikan Kapolda Cup E-Sport Sulsel, Ismail: Ini Ruang Penting Lahirkan Atlet Berprestasi
MAKASSAR – Perkembangan olahraga elektronik atau E-Sport di Sulawesi Selatan menunjukkan tren yang semakin kuat. Sebanyak 419 tim dengan 2.514 peserta dari 25 kabupaten/kota ambil bagian dalam Opening Tournament E-Sport Kapolda Cup Road to Kapolri Cup 2026 yang digelar Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan di Aula Mappaoddang, Mapolda Sulsel, Jumat (10/7/2026).
Besarnya jumlah peserta menjadi sinyal bahwa E-Sport tidak lagi sekadar aktivitas hiburan, tetapi telah berkembang menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki basis talenta dan ekosistem kompetisi yang semakin luas di Sulawesi Selatan.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Ismail, menyambut positif penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai kompetisi dengan format berjenjang seperti Kapolda Cup memiliki peran penting dalam membuka ruang pertandingan sekaligus menguji kemampuan atlet sebelum bersaing di level yang lebih tinggi.
419 Tim Berebut Tiket ke Kapolri Cup
Turnamen yang dibuka langsung Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, tersebut tidak berhenti pada kompetisi tingkat daerah.
Dari 419 tim yang telah terverifikasi, sebanyak 75 tim terbaik akan melanjutkan perjalanan ke babak final. Para finalis selanjutnya memperebutkan tiket untuk tampil pada Kapolri Cup 2026 di Mabes Polri.
Format kompetisi tersebut memberikan jalur yang jelas bagi atlet E-Sport Sulsel untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.
Ismail menilai tingginya partisipasi peserta merupakan indikator positif bagi perkembangan E-Sport di Sulawesi Selatan.
“Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa E-Sport memiliki ekosistem yang terus berkembang. Kompetisi seperti Kapolda Cup penting untuk memberikan ruang bagi atlet mengasah kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju prestasi yang lebih tinggi,” kata Ismail.
E-Sport Dinilai Butuh Kompetisi yang Konsisten
Menurut Ismail, peningkatan kualitas atlet tidak dapat hanya mengandalkan latihan. Atlet membutuhkan kompetisi yang teratur untuk menguji kemampuan, membangun pengalaman, sekaligus mengetahui kekurangan yang masih harus diperbaiki.
Ia melihat E-Sport memiliki karakteristik tersendiri karena atlet dituntut menguasai kemampuan teknis sekaligus memiliki kemampuan berpikir strategis, komunikasi, koordinasi, kerja sama tim, disiplin, dan penguasaan teknologi.
Karena itu, kompetisi berjenjang dinilai menjadi bagian penting dalam membangun atlet E-Sport yang memiliki daya saing.
“Semakin banyak kompetisi yang berkualitas, semakin besar peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional,” ujarnya.
Kapolda Cup Jadi Bagian Pembinaan Generasi Muda
Ismail juga mengapresiasi Polda Sulsel yang menghadirkan turnamen tersebut sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Menurutnya, kompetisi olahraga tidak hanya berbicara mengenai kemenangan dan kekalahan. Ajang seperti ini juga dapat menjadi ruang untuk membangun karakter generasi muda melalui sportivitas, disiplin, integritas, dan kompetisi yang sehat.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan teknis atlet.
Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan orang, Kapolda Cup sekaligus memperlihatkan besarnya basis komunitas dan potensi talenta E-Sport di Sulawesi Selatan.
Dorong Kolaborasi untuk Bangun Ekosistem E-Sport
KONI Makassar, kata Ismail, mendukung setiap upaya yang dapat memperluas akses kompetisi bagi atlet.
Ia berharap penyelenggaraan turnamen E-Sport tidak berhenti pada satu event, tetapi berkembang menjadi kompetisi yang konsisten dan memiliki jalur pembinaan yang jelas.
Untuk mewujudkannya, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, organisasi olahraga, komunitas E-Sport, serta pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penting.
“Kolaborasi antarpemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembinaan E-Sport dapat berlangsung secara berkelanjutan,” katanya.
Jika ekosistem tersebut terus diperkuat, Sulawesi Selatan tidak hanya memiliki banyak pemain E-Sport, tetapi juga berpeluang membangun atlet-atlet yang benar-benar siap bersaing di level nasional hingga internasional.
Kapolda Cup 2026 pun menjadi salah satu panggung yang memperlihatkan bahwa talenta itu sudah ada. Tantangannya kini adalah memastikan talenta tersebut mendapatkan kompetisi, pembinaan, dan jalur prestasi yang berkelanjutan.








