KONI Makassar Gandeng FIKK UNM, Kesiapan Atlet Menuju Porprov 2026 Diukur Berbasis Sport Science

MAKASSAR – Persaingan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026 tidak hanya akan ditentukan oleh seberapa keras atlet berlatih. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar mulai mendorong pembinaan yang lebih terukur dengan menjadikan sport science dan data sebagai bagian dari evaluasi kesiapan atlet.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kerja sama KONI Kota Makassar dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Perjanjian kerja sama ditandatangani di Baruga Agar Jaya KONI Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).

Kerja sama ini secara khusus mencakup pelaksanaan tes fisik atlet Kota Makassar secara objektif, ilmiah, dan terukur sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bagi KONI Makassar, langkah tersebut menjadi upaya mengubah pola pembinaan atlet dari yang semata-mata mengandalkan pengalaman dan intensitas latihan menjadi pembinaan yang juga didukung pengukuran ilmiah.

Data Kondisi Atlet Jadi Dasar Evaluasi

Ketua Umum KONI Kota Makassar, Ismail, mengatakan kolaborasi dengan FIKK UNM merupakan langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan dunia olahraga dengan kompetensi akademik.

Menurutnya, olahraga prestasi saat ini membutuhkan pendekatan yang semakin komprehensif. Bakat dan latihan tetap menjadi fondasi, tetapi keduanya perlu diperkuat dengan ilmu pengetahuan, riset, teknologi, serta pemahaman terhadap aspek keolahragaan dan kesehatan.

“Prestasi olahraga modern tidak hanya ditentukan oleh bakat dan latihan, tetapi juga didukung pengetahuan, riset, sport science, serta penerapan ilmu keolahragaan dan kesehatan secara berkelanjutan. Karena itu, kami menyambut baik kerja sama dengan FIKK UNM sebagai mitra strategis KONI Kota Makassar,” kata Ismail.

Melalui tes fisik, KONI Makassar diharapkan memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi atlet yang dipersiapkan menghadapi Porprov.

Data tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi pembinaan dan menjadi acuan dalam menyusun program latihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Makassar Butuh Pembinaan yang Lebih Terukur

Sebagai salah satu kekuatan utama olahraga di Sulawesi Selatan, Makassar memiliki kepentingan besar untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas atletnya.

Ismail menilai kebutuhan tersebut membuat dukungan perguruan tinggi menjadi penting, terutama karena FIKK UNM memiliki sumber daya akademik dan kompetensi di bidang olahraga dan kesehatan.

Kerja sama ini juga tidak berhenti pada pengukuran kondisi fisik atlet. Kedua pihak membuka ruang untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi lain, mulai dari pendampingan sport science, penelitian dan pengembangan olahraga, peningkatan kapasitas pelatih dan tenaga keolahragaan, hingga pemanfaatan sumber daya akademik untuk mendukung pembinaan prestasi.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi awal kolaborasi yang produktif, terukur, dan berkelanjutan demi kemajuan olahraga Kota Makassar,” ujarnya.

FIKK UNM Siap Dukung Pembinaan Atlet

Dekan FIKK UNM, Andi Atssam Mappanyukki, mengatakan penerapan pendekatan ilmiah dalam pembinaan atlet merupakan kebutuhan di tengah persaingan olahraga yang semakin kompetitif.

Menurutnya, pengukuran kondisi fisik secara objektif dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai kesiapan atlet dan membantu proses evaluasi pembinaan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menghadirkan pengukuran kondisi fisik atlet yang objektif, ilmiah, dan terukur sehingga mampu mendukung peningkatan prestasi olahraga Kota Makassar di masa mendatang,” ujar Andi Atssam.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan KONI Makassar kepada FIKK UNM untuk terlibat dalam proses pembinaan atlet.

Sinergi tersebut dinilai dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan organisasi olahraga, khususnya dalam membangun sistem pembinaan atlet yang profesional dan berbasis ilmu pengetahuan.

Dari Tes Fisik Menuju Ekosistem Sport Science

Dalam kerja sama tersebut, FIKK UNM akan mendukung proses pengukuran kondisi fisik atlet Kota Makassar sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov XVIII Sulawesi Selatan 2026.

Hasil pengukuran diharapkan tidak berhenti sebagai data administratif. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan kondisi fisik atlet sekaligus membantu menentukan kebutuhan latihan yang lebih tepat.

KONI Makassar memandang penerapan sport science sebagai salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing atlet.

Jika kolaborasi ini berjalan secara konsisten, manfaatnya tidak hanya dirasakan menjelang Porprov 2026, tetapi juga dapat menjadi fondasi bagi pembinaan atlet Makassar dalam jangka panjang.

Penandatanganan kerja sama KONI Makassar dan FIKK UNM pun menjadi titik awal untuk membangun ekosistem olahraga yang lebih terintegrasi—mempertemukan atlet, pelatih, organisasi olahraga, akademisi, data, dan riset dalam satu sistem pembinaan.

Target akhirnya bukan sekadar memiliki atlet yang berlatih lebih keras, tetapi atlet yang berlatih berdasarkan data dan dibina berdasarkan kebutuhan ilmiah.

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna